Astronom Sebutkan Temukan Lubang Hitam di Tata Surya

ARASYNEWS.COM – Penelitian terkait Tata Surya terus dilakukan. Dan yang paling ditakutkan adalah tentang black hole (lubang hitam).

Baru-baru ini, para peneliti yang berasal dari Australian National University, mengklaim adanya temuan lubang hitam berukuran raksasa di Tata Surya.

Menurut peneliti utama Christopher Onken, penemuan tersebut seperti “jarum yang sangat besar dan tidak terduga di tumpukan jerami”, dikutip dari Daily Star, Rabu (22/6/2022).

Spacecom dalam laporannya menuliskan lubang hitam ini 500 kali lebih besar dari yang ada di pusat Galaksi Bima Sakti. Bahkan cahaya tidak bisa lolos dari tarikan saat melewati garis pembatas.

“Para astronom telah berburu obyek seperti ini selama lebih dari 50 tahun. Mereka menemukan ribuan yang redup, tetapi yang sangat terang telah lolos tanpa diketahui,” ujarnya.

Kabarnya, lubang hitam ini juga delapan kali lebih terang dari 3C 273. Ini merupakan quasar pertama yang ditemukan, sebuah objek langit yang mengeluarkan partikel dengan kecepatan mendekati cahaya saat merobek tepi lubang hitam.

Dengan banyak perbedaan dari objek sejenis, Onken mengatakan pihaknya ingin mengetahui lebih jauh lagi. Termasuk pertanyaan apakah terjadi bencana besar.

“Sekarang kami ingin tahu mengapa yang satu ini berbeda, apakah terjadi bencana besar? Mungkin dua galaksi besar saling bertabrakan, menyalurkan banyak materi ke lubang hitam memberinya makan,” jelas Onken

Disisi lain, menurut situs INSH, jika ada lubang hitam yang muncul di Tata Surya kita, pengaruhnya tergantung pada besarnya lubang hitam itu dan seberapa dekatnya dengan Tata Surya.

Jika lubang hitam yang masuk ke Tata Surya adalah supermassive blackhole yang berukuran raksasa, maka bisa menyebabkan kekacauan

Diperkirakan, lubang hitam supermassive memiliki bintang, planet, asteroid, dan komet yang mengorbit di sekitarnya.

Semua puing-puing yang terambil oleh lubang hitam supermassive dalam perjalanannya menuju Tata Surya, bisa membombardir Tata Surya kita.

Kemudian lubang hitam dengan ukuran itu bisa menarik benda langit di sekitarnya dan planet bisa bertabrakan.

Jika lubang hitam yang masuk ke Tata Surya adalah stellar blackhole yang massanya bisa mencapai 20 kali Matahari.

Kalau lubang hitam itu sampai di bagian luar Tata Surya, maka bisa timbul kekacauan yang menyebabkan komet dan asteroid semakin banyak ke bagian dalam Tata Surya. Akibatnya, planet-planet di dalamnya bisa tertabrak.

Selain itu, jika lubang hitam itu masuk ke dalam Tata Surya, maka orbit planet di dalamnya juga bisa kacau. []

You May Also Like