ARASYNEWS.COM – Istana Gunung Sahilan merupakan salah satu cagar wisata sejarah yang terletak di dusun Koto Dalam Desa Sahilan Darussalam, Kecamatan Gunung Sahilan, Kabupaten Kampar, Riau. Istana ini berjarak 70 Km dari pusat kota Pekanbaru. Istana ini berlokasi di dekat pemukiman penduduk.
Kerajaan ini dikatakan sebagai cikal bakal berdirinya wilayah Bangkinang di Kampar, provinsi Riau.
Bangunan istana ini merupakan salah satu peninggalan sejarah dari kejayaan masyarakat Kampar Kiri. Kerajaan Gunung Sahilan diperkirakan Berdiri pada abad 16-17 masehi dan berakhir pada tahun 1946.
Kerajaan Gunung Sahilan berdiri selama lebih kurang 300 tahun. Selama itu kerajaan diperintah oleh sembilan orang raja atau sultan dan satu orang putra mahkota.
Bangunan istana yang ada di Gunung Sahilan tidak lagi ditempati oleh seorang raja beserta keluarganya. Kini, istana dipergunakan sebagai tempat “musyawarah adat” atau “pesta rakyat”.
Berdirinya Kerajaan Gunung Sahilan tidak dapat dipisahkan dari Kerajaan Pagaruyung yang didirikan oleh Adityawarman dan raja-raja selanjutnya yang memerintah yang berpusat di Batusangkar, Sumatera Barat.
Raja pertamanya Raja Mangiang yang dikenal dengan Raja Muda di Gunung Sahilan. Dan hingga sekarang tercatat sudah ada 12 Raja yang berkuasa di Istana ini dengan raja terakhir bernama H.T.M Nizar yang dinobatkan pada 22 Januari 2017.
Kerajaan Gunung Sahilan berdiri sendiri sebagai Kerajaan Berdaulat setelah runtuhnya Kerajaan Pagaruyung pada awal abad ke 18 Masehi akibat perang padri. Sistem adat-istiadat Kerajaan Gunung Sahilan adalah sistem adat Kerajaan Pagaruyung yang sudah dipengaruhi oleh ajaran Islam. Secara historis Kerajaan Gunung Sahilan mengakui kekuasaan Kerajaan Hindia Belanda pada tahun 1905 dan kerajaan Gunung Sahilan berakhir setelah bergabung dengan NKRI.
Istana Kerajaan Darussalam Gunung Sahilan yang terletak di Kecamatan Gunung Sahilan merupakan peninggalan kerajaan Gunung Sahilan dan merupakan salah satu situs cagar budaya yang hingga kini masih dijaga kelestariannya oleh Pemerintah Kabupaten Kampar.
Pada masa dulu, Istana Darussalam dijadikan tempat tinggal Raja Kerajaan Darussalam dan beserta keluarganya. Bangunan Istana Gunung Sahilan semua dindingnya terbuat dari kayu.
Sebelum ajaran Islam masuk, Kerajaan ini berpusat di Daerah Gunung Kibul yang masih dalam wilayah daerah Kampar Kiri. Kerajaan ini diberi nama Darussalam karena Desain dan interior Istana dikerjakan oleh Arsitek asal dari Brunei Darussalam.
Didalam bangunan istana gunung sahilan terdapat peninggalan-peninggalan kerajaan seperti adanya tombak, kendi, Meriam kecil (lelo), pedang, gong, payung kerajaan dan guci-guci.
Istana Gunung Sahilan tidak hanya memiliki keindahan bangunan yang bernuansa melayu yang kental. Namun ada unsur magic juga hanya terasa kental.
Menurut masyarakat yang tinggal disekitar Istana mengatakan bahwa masih banyak peninggalan sejarah yang berada didalam Istana, di dalam Istana ini tersimpan payung kerajaan.
Konon payung ini apabila dibuka, maka daerah Gunung Sahilan akan turun hujan.
Masih menurut masyarakat setempat, ada juga guci yang mengandung mistis. Ini karena guci ini akan berisi air penuh pada musim kemarau, dan malah kosong pada saat hujan.
Selain itu, ada juga sisa-sisa tempat tidur raja yang dilengkapi dengan foto-foto lama yang terpajang di bagian kamar.

Dan tidak jauh dari Istana Gunung Sahilan ini terdapat makam raja-raja beserta keluarganya sekitar 100 meter dari lokasi istana.
Gelar Panglima Harimau Bonsai, yang merupakan panglima kerajaan pada saat ini, arsitektur Istana Gunung Sahilan menggunakan kayu, arsitektur bangunannya menunjukkan bahwa kerajaan ini menandakan kerajaan melayu.

Terlihat pada bangunan istana yang berbentuk seperti rumah panggung dan atap yang berbentuk seperti limas. Bagian dalam juga terdapat ukiran kaligrafi yang berada di ventilasi. Sedangkan untuk ruang tidur raja terdapat hiasan bunga. Istana gunung sahilan telah dipugar pada tahun 2014 dikarenakan kondisi istana yang sudah dimakan usia. []
Source. Pariwisata Riau