Ratusan Pengungsi Afghanistan Unjuk Rasa Lagi di Pekanbaru, Datangi Kantor IOM dan UNHCR, dan Sudah Ada yang Bunuh Diri Karena Stres

ARASYNEWS.COM, PEKANBARU – Untuk kesekian kalinya ratusan pengungsi Afghanistan di kota Pekanbaru, kembali berunjukrasa ke kantor IOM dan UNHCR di Jalan HR Soebrantas Km 10,5 Panam Pekanbaru, Senin (15/8/2022).

Mereka tetap menyuarakan agar segera dikirim ke negara ketiga yang aman dan menjanjikan, seperti ke Amerika Serikat, Kanada, Selandia Baru, dan Australia.

Salah seorang juru bicara pengungsi Afghanistan, Gulomi, mengatakan, sudah 17 pengungsi Afghanistan yang bunuh diri di Indonesia karena stress di penampungan.

Dikatakannya, di Riau ada sekitar 800 imigran/pengungsi Afghanistan, sedangkan di Indonesia ada sekitar 7.000 orang.

“Enam bulan lalu bunuh diri Muhammad Nazir di penampungan Detensi Imigrasi belakang purna MTQ Pekanbaru. Almarhum meninggalkan seorang isteri dan lima anak,” jelas Gulomi kepada wartawan, Senin (15/8)

Di Afghanistan kata Gulomi, bukan terjadi kerusuhan agama tetapi kerusuhan yang bermotif politik ekonomi karena Afghanistan adalah negara kaya tambang diperbukitannya banyak mengandung emas, batubara, dan tambang lainnya. Jadi ini jadi rebutan pihak luar dan menciptakan teror dan pembunuhan di Afghanistan untuk menguasai kekayaan alam itu. Dan Negara tak bisa pula menjaga keamanan dan kenyamanan penduduk Afghanistan. Sekarang Afghanistan dikuasai kelompok Taliban sejak tentara Amerika Serikat mundur dari Afghanistan.

“Suku Hazara yang menganut aliran Syiah di Afghanistan, jelas Gulomi, dibantai bahkan terjadi pembantaian massal (genoside) oleh kelompok perusuh. Rumah ibadah, tempat pendidikan suku Hazara di bom sekali bom bisa mati massal 100 orang. Jadi tidak aman di sebagian besar kota di Afghanistan. Tujuan pembunuhan itu agar warga Afghanistan suku Hazara tidak bisa beribadah, tidak bisa pintar karena menuntut ilmu pengetahuan,” demikian jelas Gulomi.

Saat unjuk rasa, mereka juga membentangkan dan perlihatkan poster gambar korban yang bunuh diri di Pekanbaru yang terjadi pada enam bulan yang lalu. []

You May Also Like