ARASYNEWS.COM, DHARMASRAYA – Kabupaten Dharmasraya saat ini memasuki usianya yang ke-19 tahun. Kabupaten ini mulai berbenah dan dapat menjadi salah satu tujuan wisata di provinsi Sumatera Barat.
Nama Dharmasraya memang terdengar cukup unik. Nama ini diambil dari nama kerajaan yang pernah berjaya di masa lampau yang luas wilayahnya separuh dari Pulau Sumatera.
Sejarah keberadaan kerajaan ini mencacat bahwa kota Dharmasraya juga ditemukan dalam catatan sejarah kerajaan Majapahit, yakni menjadi salah satu daerah vassal.
Kabupaten Dharmasraya beribukota di Pulau Punjung yang dahulunya pemekaran dari kabupaten Sijunjung dan memiliki nama populer lain yakni Ranah Cati Nan Tigo.
Ada banyak tempat wisata alam yang populer dan hits. Ini karena letaknya yang strategis dan pernah menjadi pusat kerajaan pada zaman dahulu.
Sederet tempat wisata di Dharmasraya mampu menjadi magnet yang sulit dilewatkan, mulai dari air terjun yang menawan, kawasan perbukitannya yang hijau, serta banyak peninggalan bersejarah yang menjadi warisan leluhur.
Berikut sederet tempat wisata di Dharmasraya yang wajib dikunjungi, diantaranya :
- Rumah Gadang Siguntur

Rumah Gadang Siguntur berada di jorong Siguntur, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat. Objek wisata yang satu ini merupakan salah satu peninggalan jejak sejarah masa lampau yang ada di Darmasraya.
Mengunjungi tempat ini akan membawa kita kembali menuju ke masa lampau, dimana kerajaan Islam atau kerajaan Melayu pernah berkuasa di 5 kerajaan.
Berbagai peninggalannya hingga masih terus dilestarikan dan menjadi salah satu cagar budaya. Salah satunya adalah kawasan Rumah Gadang Siguntur yang hingga kini terus dijaga sehingga mampu menjadi magnet para wisatawan.
Di dalam Rumah tersebut terdapat banyak benda-benda peninggalan kerajaan, serta beberapa perabotan yang dulunya digunakan pada zaman kerajaan.
- Rumah Gadang Rajo Sungai Dareh

Rumah Gadang Rajo Sungai Dareh menunjukkan kemegahan kerajaan Islam di Tanah Sumatera. Lokasinya berada di Desa Sungai Dareh, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat.
Bangunan ini memiliki nilai budaya dan gaya arsitektur yang sangat megah. Dulunya merupakan kediaman para Raja dan keturunannya
Pengunjung diperbolehkan masuk ke dalam bangunan dengan membayar tiket masuk yang cukup terjangkau sebagai upaya untuk membatu memelihara bangunan peninggalan sejarah ini.
- Rumah Gadang Rajo Pulau Punjung

Rumah Gadang ini berada di kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat. Menurut cerita masyarakat di sekitar menyebutkan bahwa rumah ini masih mempunyai hubungan dengan Rumah Gadang Rajo Sungai Dareh.
Kedua bangunan merupakan tempat tinggal para Keturunan Raja dan keluarganya. Meski usia bangunan sudah ratusan tahun namun masih sangat terawat, bahkan di dalamnya terdapat banyak benda peninggalan kerajaan lain. Benda-benda tersebut hingga kini masih utuh dan bisa kita jumpai saat berkunjung.
- Candi Padang Roco

Candi ini berlokasi di Siguntur, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya. Bangunan ini adalah sebuah bangunan yang usianya mencapai ratusan tahun dan menjadi saksi bisu adanya kerajaan melayu tua di Sumatera Barat.
Candi Padang Roco dulunya berfungsi sebagai tempat ibadah para raja. Bangunan candi sudah mulai mendapat perhatian dan pembenahan. Asa banyak benda-benda bersejarah yang mengalami kerusakan.
Meski begitu tempat ini selalu ramai dikunjungi wisatawan yang ingin melihat secara langsung situs yang memiliki ciri khas berbeda ini.
Ada 4 buah candi di kawasan namun baru 3 diantaranya yang sudah dipugar. Dimana masing-masing andi memiliki tinggi yang berbeda, diantaranya candi I memiliki ketinggian mencapai 118 meter, candi Padang Roco II memiliki ketinggian sekitar 113 meter yang memiliki sebuah tangga dengan lebar 3,55 meter di keempat sisinya.
Kemudian di candi ke III, yakni memiliki ketinggian sekitar 123 meter yang pada bagian tengahnya merupakan ruang kosong dan bangunan candi berbentuk persegi panjang.
- Komplek Candi Pulau Sawah dan Candi Munggu

Satu lagi objek purbakala yang ada di kota Dharmasraya yakni Candi Pulau Sawah dan Candi Munggu. Candi ini lokasinya tidak begitu jauh dari candi padang Roco yakni berada di Jorong Siguntur, Nagari Siguntur, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat. Lokasinya berada tidak jauh dari sungai Batanghari.
Karena lokasinya di pinggir sungai, sehingga jika kamu ingin berkunjung wajib menyeberang menggunakan sampan atau perahu ke seberang sungai, setelah itu dilanjutkan dengan berjalan kaki sejauh 400 meter.
Bangunan-bangunan candi berlatar belakang Hindu atau Budha di kawasan ini. Selain itu juga banyak benda-benda bersejarah di kawasan ini, arca-arca, artefak, serta keramik yang umurnya sudah ratusan tahun. Peninggalan ini adalah dari candi Sawah.
Sedangkan candi Munggu saat ini hanya terlihat pepohonan dan tumbuhan yang tumbuh. Ada banyak candi Munggu di kawasan ini.
Disebutkan juga candi-candi ini sebagai peninggalan dari kerajaan Swarnabhumi.
- Ngalau Cigak

Ngalau Cigak atau Gua Cigak berlokasi di kawasan kampung Surau, Pulau Punjung, kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat. Untuk mencapai lokasi kita perlu menempuh perjalanan sejauh 30 kilometer dari pusat kota.
Untuk rute yang harus ditempuh ada dua pilihan, yang pertama cukup menantang melalui pendakian yang cukup curam. Rute ini paling diminati pecinta alam. Dan rute kedua biasanya dipilih oleh rombongan yang membawa keluarga besar. Dalam perjalanan menuju ke gerbang goa kita harus menyeberang menggunakan perahu melewati sungai Batanghari.
Sesampainya di gerbang goa kita langsung disambut kawanan kera yang ada di sekitar ngalau. Karena memang Goa Cigak artinya Goa kera. Kawanan kera jinak ini biasanya menunggu para wisatawan memberi makanan. Tapi perlu dipastikan agar para wisatawan untuk membantu menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang bungkus makanan sembarangan.
Di sekitar goa terdapat 3 buah aliran air terjun yang membuat tempat ini semakin diminati, diantaranya air terjun Palange, air terjun Taye, serta air terjun Palukahan.
- Bendungan Batu Bakawik

Bendungan Batu Bakawik yang lokasinya berada di Koto Nan IV Kecamatan IX Kota, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, atau berjarak sekitar 7 kilometer dari pulau Punjung.
Bendungan ini dibangun sebagai irigasi atau pengairan untuk kebutuhan air masyarakat sekitar, khususnya dalam bidang pertanian.
Bendungan ini dibangun dengan teknologi modern dan menjadi bendungan terbesar di Dharmasraya.
Dijadikan sebagai tempat wisata, pihak pengelola juga sudah menyediakan perahu motor yang dapat dimanfaatkan wisatawan untuk berkeliling.
- Air Terjun Timbulun

Tempat ini berada di Jorong Kubang Panjang Kenagarian IV Koto, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya. Air terjun yang memiliki debit yang tidak terlalu deras dan cocok untuk dijadikan destinasi liburan bersama keluarga. Berbagai fasilitas penunjang terdapat di air terjun ini mulai dari toilet, ruang ganti, dan kuliner.
- Danau Hijau

Danau ini berada di kawasan depan kantor tambang batu bara Pangean, Sitiung 4, Sungai Rumbai, kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat. Untuk rute yang harus ditempuh cukup sulit dengan waktu perjalanan selama 2 jam dari pusat kota kabupaten.
Danau ini sesuai dengan namanya terlihat berwarna hijau. Ukurannya cukup luas. Danau ini sendiri sebenarnya tidak terbentuk secara alami, melainkan hasil dari bekas penambangan batu bara yang tiada henti lama sekali, kemudian air hujan membuat area ini tergenang air dan jadilah sebuah danau yang menakjubkan.
- Bukit Tambun

Bukit ini berlokasi di kampung Surau kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat. Sekitar 3 kilometer dari jalan lintas Sumatera. Dari puncak bukit ini pemandangan dengan panorama alam yang terhampar luas.
Dari sini, para wisatawan akan bisa lebih menikmati alam dari ketinggian dengan menggunakan paralayang.
- Danau Cinta

Danau ini berlokasi di Kecamatan Koto Baru, kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat. Danau ini sebenarnya sebuah kolam ikan biasa, namun berubah menjadi salah satu objek wisata.
Sesuai dengan namanya, danau ini banyak dikunjungi pasangan muda-mudi. Selain danau, ada banyak pula pepohonan peneduh yang dapat dimanfaatkan untuk bersantai di bawahnya.
- Embung Koto Ranah

Objek wisata ini berlokasi di Koto Ranah, Koto Besar, kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat. Awalnya embung ini merupakan kawasan rawa yang terabaikan. Namun kini berubah fungsi menjadi kawasan objek wisata.
Berubahnya tempat ini atas kerjasama pemuda setempat dengan pemerintah.
Disini, beberapa wahana seru yang bisa dinikmati seperti, kolam renang anak, waterball, serta kolam pemancingan. Selain itu rencana kedepan akan dibuat arena outbond, balon udara, kolam renang dewasa dan masih banyak lagi.
- Bukit Burung Surga

Berlokasi di Sungai Kambut, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya. Berada di pinggir jalan lintas. Bukit Burung Syurga atau yang disingkat BBS ini baru dibuka pada Maret 2019 silam.
Area BBS ini sendiri menempati area seluas 4 hektare, dan ada berbagai wahana spot foto disediakan disini. Ada rumah hobbit, lorong bambu, area bermain dengan kelinci dan di puncaknya ada banyak burung merpati yang menjadi ikon objek wisata ini, serta ada pula berjejer kincir angin.
Ada banyak fasilitas pendukung lainnya di kawasan ini, seperti aneka kuliner, musholla, dan tempat bersantai.
- Taman buah dan bunga di Sungai Rumbai Timur

Nagari Sungai Rumbai Timur memiliki potensi agrowisata yang cukup besar, merupakan salah satu tempat wisata yang menyuguhkan beberapa varietas bunga dan buah, atraksi wisata (memetik buah dan sayuran, menanam bibit bunga) spot selfi dan kegiatan wisata lainnya yang bisa dinikmati di area tempat wisata ini.
- Wisata Taman Bunga Dharmasraya

Tempat ini berada di Gunung Medan, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat. Taman bunga ini mampu menyedot perhatian banyak orang karena bunga-bunganya.
Taman bunga ini dipenuhi dengan bunga berwarna-warni dan tersusun dengan rapi dan unik. Salah satu yang indah dipandang adalah bunga Celosia.
Dikawasan ini, juga tersedia aneka kuliner, toilet, musholla dan lainnya yang bisa dimanfaatkan.
- Puncak Gunung Medan

Dari pusat ibukota Dharmasraya, wisata alam puncak Gunung Medan hanya berjarak sekitar 15 kilometer. Lokasinya sendiri berada di kawasan Gunung Medan, kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat.
Puncak Gunung Medan merupakan kawasan perbukitan yang memiliki panorama alam menawan. Dari puncak bukit ini terlihat pemandangan kota Dharmasraya.
Puncak Gunung Medan menjadi tempat favorit para anak muda yang ingin menikmati sunset romantic. Saat senja menjelang biasanya jumlah pengunjung akan semakin banyak.
Mereka sengaja datang untuk menikmati langit. Di tempat ini juga telah tersedia gazebo-gazebo untuk bersantai sembari menikmati suasana indah dari puncak bukit.
Untuk mencapai lokasi tidak terlalu sulit, sebab sudah ada rute yang bisa dilalui kendaraan roda dua ataupun roda empat.
- Masjid Agung Dharmasraya
Masjid ini baru saja diresmikan pada Jum’at (7/1/2023) kemarin oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono bersama bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan. Masjid ini berada di Nagari Gunung Medan, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, berada di pinggir jalan lintas Sumatera.
Diresmikannya masjid ini sebagai ikon religi di Dharmasraya. Bangunan masjid berbentuk orang sedang sujud. Dan desain Masjid ini semuanya ada 4. Yakni 4 tiang, 4 menara, dan 4 kubah. Hal ini melambangkan sahabat nabi ada 4, kitab yang diturunkan Allah kepada apra nabi-nabi ada 4. Lalu istilah adat minang ada juga dengan sebutan tau jo nan 4 adat istiadat. Yakni kato mandaki, kato mandata, kato manurun dan kato malareng.
Di kawasan ini juga tersedia rest area yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat istirahat.
[]